Wartawan harus belajar menulis dengan jelas dan akurat. Pembaca akan pusing kalau harus memahami kalimat yang amburadul, kan? Apalagi di kalimat awal. Coba simak tulisan yang membingungkan di bawah ini. Kalimat pertama dengan judul terkesan tidak nyambung.
11 Kepala BPN Di Sumut Diperiksa Kejaksaan
SEBANYAK sepuluh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kota dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) termasuk bendahara pembantu BPN, selama sepekan terakhir diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut).
Para penjabat di BPN tersebut diperiksa terkait kasus dugaan korupsi Mark Up pemberian honor dan pelaksanaan kerja yang fiktif, dalam proyek Sertifikasi Massal (PPAN) dan Identifikasi Pengaturan Penggunaan Pemilikan Tanah dalam bentuk kerjanya yakni pemetaan (IP4T), dimana proyeknya dipegang oleh Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sumut dan pekerjaannya dilaksanakan di 10 Kabupaten Kota Kantor Pertanahan Kabupaten Kota yang ada di Sumut.
Kalimat pertama saja sudah memusingkan, bukan? Yang diperiksa sebenarnya berapa orang? Sepuluh atau sebelas orang? Setelah dicek kepada penulisanya, ternyata yang diperiksa 12 orang. Makin pusing kan? Makanya, wartawan harus memahami tips dan kiat menulis yang jelas dan akurat.
Sebenarnya pejabat yang diperiksa adalah:
- 10 orang Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota.
- 1 orang Kepala Kantor Wiayah Badan Pertanahan Nasional Sumut.
- 1 orang bendahara pembantu BPN setempat.
Bagi penulis berita, kerancuan di kalimat awal sangat fatal. Pembaca akan menafsirkan bahwa penulis tidak paham dengan tulisannya sendiri. Di kantor, penulis yang membuat kesalahan itu bisa menjelaskan secara lisan kepada redaktur soal duduk perkara tulisan. Tapi penulis tak mungkin menjelaskan kesalahan itu secara langsung kepada ribuan pembaca. Karena itu wartawan harus menulis berita sekali jadi, langsung jelas dan akurat.
Setelah diperbaiki, tulisan tersebut bisa dibaca di bawah ini:
12 Pejabat BPN Sumut Diperiksa Kejaksaan
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) memeriksa 12 pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) selama sepekan terakhir. Sepuluh diantaranya menjabat
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kota. Satu orang Kepala Kantor Wiayah BPN dan satu pejabat lain adalah bendahara pembantu BPN Sumut.
Para penjabat tersebut diperiksa terkait dugaan korupsi mark up pemberian honor dan pelaksanaan kerja fiktif dalam proyek sertifikasi massal dan identifikasi pengaturan penggunaan pemilikan tanah. Proyek itu merupakan tanggung jawab Kantor Wilayah BPN Sumut yang dilaksanakan di sepuluh Kabupaten Kota Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota.
Semoga sih setelah diperbaiki, tulisan makin jelas dan akurat, tak membingungkan lagi.(rai)

0 Response to "Menulis Harus Jelas dan Akurat"
Post a Comment
Berkomentarlah yang Bijak